Kurikulum SEKOLAH LUKU dikembangkan dengan berlandaskan filosofi ajaran Ki Hadjar Dewantara, khususnya melalui penerapan Sistem Among yang menempatkan anak sebagai pusat pembelajaran.
Pendidik menuntun anak dengan kasih sayang, memberi keteladanan, serta menciptakan ruang belajar yang aman dan bermakna sesuai kodrat anak.
SEKOLAH LUKU menghargai suara anak, memberikan kesempatan menyampaikan pendapat, mengekspresikan perasaan, serta memilih aktivitas bermain.
Kurikulum SEKOLAH LUKU berlandaskan pemenuhan hak anak untuk bermain, belajar, berpartisipasi, dan tumbuh dalam lingkungan inklusif serta ramah anak.
SEKOLAH LUKU mengintegrasikan Kurikulum Nasional secara adaptif dan kontekstual, memastikan materi tetap relevan dengan standar pendidikan di Indonesia.
Setiap kegiatan dirancang untuk menumbuhkan kemandirian, empati, karakter positif, serta kecintaan terhadap budaya dan lingkungan sekitar.
Capaian perkembangan anak diwujudkan melalui kegiatan bermain yang holistik, menyenangkan, dan berbasis kehidupan sehari-hari. Dengan cara ini, anak merasa dihargai, percaya diri, dan aktif terlibat sejak usia dini.
Perpaduan antara nilai-nilai filosofi Ajaran Ki Hadjar Dewantara, budaya lokal, dan standar nasional menjadikan SEKOLAH LUKU sebagai ruang tumbuh yang memerdekakan dan memberdayakan setiap anak.